Sunday, September 17, 2017

Pre-Eklampsia Pada Kehamilan Yang Harus Diwaspadai

Pre-Eklampsia

Pre-eklampsia pada kehamilan merupakan salah satu penyakit komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan adanya peningkatan tekanan darah, timbulnya bengkak di beberapa bagian tubuh seperti kaki dan tangan dan kehadiran protein dalam air seni ibu hamil. Kondisi ini lebih sering ditemukan di trimester kedua atau ditengah-tengah masa kehamilan. Namun terkadang komplikasi ini juga terdeteksi pada ibu hamil di trimester awal kehamilannya.

Ibu hamil yang beresiko mengalami pre-eklampsia pada kehamilan adalah ibu yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kelainan ginjal sebelum kehamilan, pernah menderita penyakit komplikasi di kehamilan sebelumnya, seperti pre-eklampsia atau diabetes mellitus pada kehamilan atau mereka yang memiliki kandungan lemah. Pada ibu yang kelebihan berat badan atau obesitas serta ibu hamil yang mengandung lebih dari satu bayi juga sangat rentan mengalami pre-eklampsia.

Untuk mengenali apakah ibu menderita pre-eklampsia pada kehamilan, beberapa tanda dan gejala yang mungkin timbul dapat menjadi perhatian. Beberapa gejala klasik yang sering ditemui pada kondisi pre-eklampsia, diantaranya peningkatan berat badan yang drastis karena adanya penumpukan cairan dalam tubuh, pusing dan sakit kepala berat, mual dan muntah berlebihan, kencing darah, penurunan jumlah air seni, serta nyeri perut. Apabila ditemukan salah satu atau lebih gejala diatas, sebaiknya ibu segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

Pre-eklampsia pada kehamilan akan memberikan dampak buruk bagi bayi yang dilahirkan, seperti berat badan lahir rendah, kelahiran premature, dan berbagai masalah kesehatan bagi bayi yang timbul setelah kelahiran, seperti gangguan penglihatan dan pendengaran, keterlambatan belajar, epilepsy, dan lain-lain. Bagi ibu sendiri, kondisi pre-eklampsia akan meningkatkan resiko perdarahan, yang tentunya berakibat pada bertambahnya resiko kematian pada ibu.

Penanganan tepat seperti pemantauan rutin kondisi ibu hamil oleh tenaga kesehatan, serta pemberian obat dan diet untuk ibu hamil dengan pre-eklampsia merupakan salah satu manajemen penyakit yang dapat dilakukan untuk mencegah ibu jatuh ke kondisi lebih parah lagi. Disamping itu, penanganan yang tepat juga bertujuan menghindarkan bayi dari konsekuensi medis yang mungkin terjadi akibat adanya pre-eklampsia pada kehamilan.